image

Apa Itu Virus Corona?

Virus Corona adalah keluarga virus yang bisa menyebabkan berbagai penyakit flu. Keluarga virus ini telah menyebabkan berbagai wabah sejak lama. Misalnya wabah SARS atau Sindrom Pernafasan Akut Parah pada sekitar tahun 2002 dan MERS atau Sindrom Pernapasan Timur Tengah pada sekitar tahun 2012. Sedangkan pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, juga berasal dari keluarga virus corona, yaitu coronavirus 2 atau yang dikenal dengan nama SARS-CoV-2. Sedangkan penyakit yang disebabkan virus ini adalah COVID-19 atau Penyakit Virus Corona 2019. Dan sejak Maret 2020, penyakit karena virus corona 2019 ini resmi ditetapkan sebagai pandemi. Mengingat penyebaran virus corona yang cukup cepat dan saat ini sudah banyak yang terinfeksi COVID-19, kita perlu tahu apa saja gejalanya dari yang paling ringan hingga berat di mana kita sudah harus menghubungi rumah sakit untuk mendapat penanganan intensif. - Selalu Gunakan Masker - *Hubungi kami*
 
 
image

Gejala Virus Corona

Namun jika terjadi gejala berikut ini, maka Anda atau keluarga Anda sebaiknya segera pergi ke rumah sakit rujukan terdekat untuk pemeriksaan COVID-19. Berikut ini adalah gejala darurat di mana Anda wajib segera ke rumah sakit: Sulit bernapas, Nyeri dada cukup kuat, Rasa bingung, Wajah atau bibir membiru. Gejala-gejala ini bisa terjadi akibat paru-paru Anda sudah tidak bisa bekerja dengan normal dan suplai oksigen ke tubuh Anda jauh berkurang. Jika ini terjadi, segera hubungi rumah sakit untuk mendapatkan penanganan sebelum terlambat. - Selalu Menjaga Jarak -

Komplikasi Virus Corona

Umumnya penderita COVID-19 bisa sembuh dengan sendirinya. Namun dalam beberapa kasus, penyakit COVID-19 bisa menyebabkan kematian. Hal ini karena virus corona bisa merusak jaringan paru-paru maupun jaringan tubuh lainnya. Berikut ini, beberapa komplikasi yang disebabkan virus corona: Sakit pneumonia, Sulit bernapas, Kegagalan beberapa organ tubuh, Problem pada jantung, Gangguan ginjal, Penggumpalan darah, Adanya infeksi virus dan bakteri lainnya Setelah mengetahui gejala COVID-19, ada baiknya sejak sekarang kita mencegah agar tidak tertular. - Rajin Mencuci Tangan -
 
 
image

Cara Penularan Virus Corona

Jika Anda pernah berpergian ke zona merah di mana banyak penularan virus corona di sana, maka Anda berisiko terkena COVID-19. Untuk itu, sebaiknya hindari lokasi di mana terjadi banyak penularan virus corona, termasuk rumah sakit. Berikut ini beberapa cara virus corona berpindah dari satu orang ke orang lainnya: Berpergian dari tempat dengan banyak kasus positif, Kontak dengan penderita COVID-19, Terkena cipratan bersin atau batuk, Menyentuh benda yang sering disentuh orang lain dan tanpa sengaja memegang area wajah.

Mengurangi Penularan Virus Corona

Berikut ini beberapa langkah praktis yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi penyebaran virus corona dan mencegah Anda tertular COVID-19: Hindari keramaian, Jaga jarak sekitar 2 meter atau social distancing, Di rumah saja, Sering mencuci tangan, Gunakan Masker, Hindari menyentuh, mata hidung dan mulut, Bersihkan berbagai permukaan yang disentuh banyak orang, Jangan berbagi piring dan gelas. Selain itu, jika Anda merasakan gejala corona, atau bahkan gejala flu biasa sekalipun, sebaiknya beberapa langkah berikut segera Anda lakukan: Tetap berada di rumah dan hindari berpergian apalagi menggunakan transportasi umum seperti bus, taksi, KRL dan alat transportasi lain. Hal ini akan mengurangi penularan virus corona jika ternyata Anda sedang terinfeksi penyakit COVID-19. Bahkan jika Anda sudah berada di rumah dan mulai merasakan gejala flu atau batuk, sebaiknya Anda menghindari berbagi tempat tidur dan barang-barang rumah tangga lainnya selama Anda kurang sehat. Saat Anda bersin, tutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau tisu. Lalu buang tisu bekas sesegera mungkin dan tidak meletakkan di atas meja atau lantai. Ya, kita masing-masing perlu memastikan gaya hidup kita dan mengubah kebiasaan kita agar terhindar dari penularan virus corona. Semoga kita semua tetap sehat! - Hindari Menyentuh mata, hidung dan mulut -
 
 
image

Apa Itu Kain Spunbond Atau Nonwoven Fabric?

Kain bukan tenunan/Nonwoven adalah bahan seperti kain yang terbuat dari serat stapel (pendek) dan serat panjang (panjang terus menerus), diikat menjadi satu dengan perlakuan kimiawi, mekanis, panas atau pelarut. Beberapa bahan bukan tenunan tidak memiliki kekuatan yang cukup kecuali dipadatkan atau diperkuat dengan penyangga. Dalam beberapa tahun terakhir, kain bukan tenunan telah menjadi alternatif untuk busa poliuretan. Umum bahan kain ini disebut Spunbond dimana belakangan ini sudah merambah ke semua sektor industri seperti shopping bag, goodie bag sebagai souvenir bahkan saat pandemi ini penggunaanya makin spesifik dalam dunia kesehatan sebagai contoh pampers disposable, masker, tutup kepala, alat pelindung diri (APD). Pemilihan bahan ini tidak lain karena karakternya yang bersifat ramah lingkungan ( recycle ), memiliki pori pori mikro memungkinkan bahan dapat *bernafas' (breathable) selain juga flexible dan lentur yang menjadikannya sangat cocok menjadi bahan kain baju plus mudahnya pengaplikasian tinta ( printing ) diatas bahan spunbond ini, membuatnya makin disukai. Bahan ini menjadi alternatif sebagai pengganti penggunaan Kantong Plastik yang sudah dilarang penggunaannya baik domestik maupun dunia. *Hubungi kami*
 
 
image

Apa Itu Kain Geotextile?

Geotekstil adalah kain permeabel yang jika digunakan terkait dengan tanah, memiliki kemampuan untuk memisahkan, menyaring, memperkuat, melindungi, atau mengalirkan. Biasanya terbuat dari polipropilen atau poliester, kain geotekstil tersedia dalam tiga bentuk dasar: tenunan (menyerupai kantong kantung surat) , jarum dilubangi (menyerupai kain felt), atau ikatan panas (menyerupai kain felt yang disetrika). Komposit geotekstil telah diperkenalkan dan produk seperti geogrid dan jaring telah dikembangkan. Geotekstil mampu menahan banyak hal, tahan lama, dan mampu melunakkan tanah jika seseorang terjatuh. Secara keseluruhan, bahan ini disebut sebagai geosintetik dan masing-masing konfigurasi — geonet, pelapis tanah liat geosintetik, geogrid, tabung geotekstil, dan lain-lain — dapat menghasilkan manfaat dalam desain rekayasa geoteknik dan lingkungan. Geotekstil pada awalnya dimaksudkan sebagai alternatif untuk filter tanah granular. Istilah asli, dan kadang-kadang masih digunakan, istilah untuk geotekstil adalah kain filter. HISTORY: Pekerjaan awalnya dimulai pada tahun 1950-an dengan RJ Barrett menggunakan geotekstil di belakang dinding beton pracetak, di bawah blok kontrol erosi beton pracetak , di bawah riprap batu besar, dan dalam situasi pengendalian erosi lainnya. Dia menggunakan gaya tenun yang berbeda dari kain tenun monofilamen, semuanya dicirikan oleh persentase area terbuka yang relatif tinggi (bervariasi dari 6 hingga 30%). Dia membahas kebutuhan keduanya yang memadai permeabilitas dan retensi tanah, bersama dengan kekuatan kain yang memadai dan perpanjangan yang tepat dan mengatur nada untuk penggunaan geotekstil dalam situasi filtrasi. Uniknya di Indonesia, penggunaan bahan ini biasa dipaketkan dengan Kawat Bronjong juga. *Hubungi kami*
 
 
image

Apa Itu Kain Spunlace?

Spunlace (Juga disebut Hydroentanglement) adalah proses ikatan untuk jaring berserat basah atau kering yang dibuat dengan carding, airlaying atau wet-laying, kain terikat yang dihasilkan menjadi tepat. Menggunakan pancaran air bertekanan tinggi dan halus yang menembus jaring, menghantam ban berjalan (atau "kawat" seperti pada konveyor pembuatan kertas) dan memantul kembali yang menyebabkan serat terbelit. Karakteristik Spunlace Nonwoven: Keterikatan fleksibel=tidak mempengaruhi karakteristik asli serat, tidak merusak serat. Penampilannya lebih mirip dengan tekstil tradisional daripada tekstil konvensional lainnya. Kekuatan tinggi, berbulu rendah. Penyerapan kelembaban tinggi, penyerapan kelembaban cepat. Ventilasi yang baik. Lembut, bentuknya bagus. Berbagai macam pola. Tidak ada penguat perekat, bisa dicuci. Juga untuk memproduksi kain spunlace ini merupakan investasi besar seperti yang disebutkan sebelumnya, garisnya sangat panjang dan menutupi area yang luas. *Hubungi kami*
 
 
image

Apa Itu Bahan MeltBlown?

Bahan Filter Masker Wajah Melt Blown adalah jenis filter HEPA (udara partikulat efisiensi tinggi). Bahan filtrasi polypropylene orisinal 100% ini dapat digunakan untuk masker PPE (alat pelindung diri) dan alat pernafasan. Gunakan bahan ini sebagai lapisan filter di dalam masker wajah DIY atau respirator wajah. *Hubungi kami*
 
 
image

Apa Itu Karung Goni (Gunny Sack)?

Jute atau Rami adalah serat nabati, sangat murah untuk diproduksi, dan tingkat produksinya mirip dengan kapas. Ini adalah serat kulit pohon, seperti rami dan linen. Kain kasar yang terbuat dari rami disebut goni, atau kain goni di Amerika. Seperti semua serat alami, Rami bersifat biodegradable. "Rami" adalah nama tumbuhan atau serat yang digunakan untuk membuat kain burlap, kain hessian atau gunny cloth, sangat kasar dan sangat sulit untuk dipotong atau sobek. Tanaman rami mudah ditanam di negara tropis seperti Bangladesh dan India. India adalah penghasil rami terbesar di dunia. Rami lebih murah dari kapas, tapi kapas lebih baik untuk kualitas pakaian. Rami digunakan untuk membuat berbagai produk. : bahan pengemas, tas goni, karung, karpet mahal, espadrilles, sweater dll. Diperoleh dari kulit tanaman rami Tanaman goni mudah tumbuh, memiliki hasil tinggi per hektar dan tidak seperti kapas, hanya sedikit membutuhkan pestisida dan pupuk. Kata goni, yang berarti kain kasar, berasal dari bahasa Indo-Arya. Karung goni yang dapat digunakan kembali, biasanya memuat sekitar 50 kg, secara tradisional dan sampai batas tertentu masih digunakan untuk mengangkut biji-bijian, kentang, dan produk pertanian lainnya. Di Australia, karung ini terbuat dari goni India secara tradisional dikenal sebagai 'karung goni', 'tas goni' atau tas gula. *Hubungi kami*
 
 
image

Apa Itu Tas Press ?

Tas Press Spunbond tas yang dibuat dari bahan kain sintetis dan proses pembuatannya secara mekanis. Bahan pembuatan tas spunbond ini menggunakan bahan kimia tertentu dan lebih aman ketika digunakan dibanding dengan tas plastik. Bahan kain sintetis yang digunakan untuk tas spunbond ini disebut dengan kain spunbond . Beberapa orang menyebut tas spunbond ini dengan tas furing karena permukaan serat yang rapat dan juga teksturnya yang sedikit kaku. Meskipun terlihat kaku, tas spunbond ini tetap lembut dan nyaman digunakan. Tas yang dibuat dari kain spunbond biasanya dibuat dengan metode press menggunakan mesin. Tas jenis ini biasanya disebut dengan tas press spunbond. Selain menggunakan mesin press, opsi lain adalah dengan teknik jahit bila ukuran tas tidak mampu dikerjakan dengan teknik press. Dibanding dengan tas plastik atau tas kresek, tas spunbond ini jelas lebih ramah lingkungan karena mudah terurai. Tas spunbond bisa digunakan secara berulang kali hingga tas sulit digunakan kembali. Dan Jika sudah demikian, bahan kain spunbond mudah terurai bakteri di lingkungan sehingga tidak mencemari dibandingkan dengan tas plastik. Tas press spunbond bisa dibuat dengan berbagai jenis sesuai dengan kebutuhan. Biasanya tas spunbond ini dibuat dengan bentuk tas handle, tas oval, dan juga tas bentuk lain sesuai dengan kebutuhan. Tas handle adalah jenis tas yang paling banyak dijumpai dengan sebutan tas goodie bag. Bentuk tas ini mirip dengan tas plastik sehingga juga bisa digunakan sebagai pengganti tas belanja. Sedangkan tas oval adalah tas yang dibuat dengan handle atau pegangan berbentuk oval. Tas jenis ini biasanya digunakan tas kemasan produk seperti baju, sepatu, dompet, dan sebagainya.

Ukuran Tas Press

Tas Handle Gusset Bawah Ukuran : S[25 x 35 x 8] == M[29 x 40 x 8] == L[35 x 45 x 10] , Tas Handle Gusset Samping Ukuran : S[25 x 35 x 8] == M[30 x 40 x 8] == L[38 x 45 x 8] , Tas Oval Ukuran : S[20 x 25] == M[24 x 35] == L[30 x 42] , Tas Tote Ukuran : [29 x 40 x 10] , Juga tersedia Tas Box Ukuran : [40 x 30 x 9] == [25 x 32 x 9] == [27 x 22 x 10] == [ 32 x 26 x 12 ] == [ 40 x 30 x 14 ] == [ 22 x 25 x 22 ] == [ 25 x 28 x 25 ] . *Hubungi kami*